Kesulitan Mining Bitcoin & Koin Pre-Mined

6 Mei 2025 6 menit membaca
Untuk Pemula

Bitcoin sering disebut sebagai "emas digital", tetapi mining-nya jauh lebih menantang dibandingkan menambang emas sungguhan. Sementara emas mungkin masih tersembunyi jauh di bawah tanah atau bahkan di luar angkasa, Bitcoin memiliki batas ketat sebanyak 21 juta koin.

Pada pelajaran-pelajaran sebelumnya, kita telah membahas dasar-dasar mining dan bagaimana mining pool bekerja. Seiring meningkatnya popularitas Bitcoin, semakin banyak orang yang bergabung dalam proses mining, membuatnya menjadi jauh lebih sulit seiring waktu.

Pelajaran ini akan membahas dua konsep utama: kesulitan mining Bitcoin dan koin pre-mined.

Daftar Isi

  • Mengapa Bitcoin sulit di-mining?
  • Apa yang terjadi setelah seluruh 21 juta Bitcoin selesai di-mining?
  • Apa arti pre-mined?
  • Contoh cryptocurrency pre-mined
  • Kelebihan & kekurangan koin pre-mined

Mengapa Bitcoin Begitu Sulit di-Mining?

Mining Bitcoin adalah proses memecahkan teka-teki matematika yang kompleks untuk memverifikasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain. Para miner menggunakan daya komputasi mereka untuk menemukan hash yang tepat, yang sama sulitnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami.

Untuk menjaga stabilitas jaringan, kode Bitcoin dirancang untuk memastikan bahwa blok baru di-mining kira-kira setiap 10 menit sekali. Ketika semakin banyak miner bergabung ke jaringan, Bitcoin secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitannya, membuatnya lebih sulit untuk menemukan blok baru.

Mining di masa awal jauh lebih mudah—para miner bisa menggunakan prosesor komputer biasa (CPU). Seiring meningkatnya kesulitan, para miner beralih ke kartu grafis (GPU) dan kemudian ke chip khusus (ASIC). Saat ini, mining solo hampir mustahil bagi kebanyakan individu, itulah sebabnya mining pool menjadi populer.

Apa yang Terjadi Setelah Seluruh 21 Juta Bitcoin Selesai di-Mining?

Karena Bitcoin memiliki supply yang tetap, apa yang terjadi ketika seluruh 21 juta koin selesai di-mining?

Bahkan setelah seluruh Bitcoin beredar, para miner harus tetap melanjutkan pekerjaan mereka agar blockchain tetap berjalan. Namun, mereka tidak akan lagi menerima block reward.

Jadi, mengapa para miner akan terus melakukan mining?

Karena mining bukan hanya soal mendapatkan block reward – tetapi juga tentang memverifikasi transaksi dan mengamankan jaringan.

Alih-alih block reward, para miner akan mendapatkan biaya transaksi.

Blok baru akan terus dibuat, tetapi struktur insentifnya akan berubah.

Diperkirakan bahwa Bitcoin terakhir akan selesai di-mining sekitar tahun 2140, di mana pada saat itu para miner harus sepenuhnya mengandalkan biaya transaksi untuk menopang keberlangsungan jaringan.

Apa Arti Pre-Mined?

Beberapa cryptocurrency tidak memerlukan mining tradisional. Sebagai gantinya, sebagian dari total supply-nya dibuat dan didistribusikan sebelum koin tersebut resmi diluncurkan. Ini disebut cryptocurrency pre-mined.

Contoh koin pre-mined: Ripple (XRP), Cardano (ADA), Stellar (XLM).

Pre-mining mirip dengan opsi saham: sebuah perusahaan mendistribusikan saham kepada investor awal dan karyawan sebelum go public. Dalam dunia kripto, pengembang dan kontributor menerima token sebagai imbalan atas kontribusi mereka dalam membangun proyek tersebut.

Contoh Cryptocurrency Pre-Mined

Ripple (XRP): Cryptocurrency pre-mined yang digunakan untuk transaksi cepat dan berbiaya rendah, terutama dalam kerja sama dengan bank. Sebagian besar supply XRP dikendalikan oleh Ripple Labs Inc.

Ethereum (ETH): Ethereum awalnya melakukan pre-mining Ether untuk para pengembang dan kemudian menggunakan mining Proof of Work, tetapi sejak itu telah beralih ke Proof of Stake, sehingga menghilangkan mining sepenuhnya.

Kelebihan & Kekurangan Koin Pre-Mined

Kelebihan:

  • Memberikan bukti fungsionalitas kepada investor awal.
  • Memastikan pengembang dan kontributor mendapatkan imbalan atas kerja mereka.
  • Mendorong adopsi awal cryptocurrency tersebut.

Kekurangan:

  • Risiko penipuan "rug pull", di mana pelaku penipuan menjual koin pre-mined dengan harga tinggi lalu meninggalkan proyeknya begitu saja.
  • Koin pre-mined lebih rentan terhadap manipulasi pasar dan skema pump-and-dump oleh pemegang besar yang memperolehnya secara gratis atau dengan harga jauh lebih murah.

Kesimpulan

Mining Bitcoin menjadi semakin sulit seiring waktu akibat meningkatnya partisipasi jaringan. Supply tetap sebesar 21 juta koin memastikan Bitcoin tetap langka dan bernilai.

Sementara itu, koin pre-mined menawarkan model alternatif, memberi imbalan kepada pengembang lebih awal dan mendanai proyek sebelum peluncurannya.

Pada pelajaran berikutnya, kita akan membahas bagaimana regulasi mining cryptocurrency berbeda-beda di berbagai negara di dunia.

Kembali ke semua panduan