Pada pelajaran sebelumnya, kita membahas kapitalisasi pasar, sebuah metrik penting untuk memahami pasar cryptocurrency. Kali ini, kita akan fokus pada bid-ask spread dan slippage, dua konsep penting yang memengaruhi eksekusi trading. Pelajaran ini juga membahas peran market maker dan market taker dalam membentuk dinamika trading tersebut.
Daftar Isi
- Apa itu Bid-Ask Spread?
- Apa itu Slippage?
- Jenis-Jenis Slippage
Apa itu Bid-Ask Spread?
Untuk memahami bid-ask spread, penting untuk terlebih dahulu memahami dua partisipan utama dalam pasar finansial: market maker dan market taker.
- Harga ask – harga terendah yang bersedia mereka terima untuk menjual aset.
- Harga bid – harga tertinggi yang bersedia mereka bayar untuk membeli aset.
- Market taker menerima harga-harga ini untuk mengeksekusi sebuah trade. Mereka membeli pada harga ask dan menjual pada harga bid.
Bid-ask spread mewakili selisih antara harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli (harga bid) dan harga terendah yang bersedia diterima penjual (harga ask). Dalam pasar cryptocurrency, spread ini ditentukan oleh selisih antara limit order yang dipasang oleh pembeli dan penjual.
Persentase bid-ask spread dihitung menggunakan rumus berikut:
Persentase Bid-Ask Spread = (Harga Ask − Harga Bid) / Harga Ask × 100%
Rumus ini menyatakan spread sebagai persentase dari harga ask, membantu trader membandingkan spread di berbagai aset.
Jika Anda ingin membeli suatu aset dengan segera, Anda harus menerima harga ask terendah yang tersedia. Sebaliknya, jika Anda perlu menjual dengan cepat, Anda harus mengambil harga bid tertinggi yang ditawarkan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Bid-Ask Spread
Spread dipengaruhi oleh beberapa faktor, tetapi likuiditas memegang peran utama.
- Likuiditas tinggi – Aset dengan volume trading tinggi (seperti Bitcoin dan Ethereum) cenderung memiliki bid-ask spread yang rendah, sehingga lebih mudah diperdagangkan.
- Likuiditas rendah – Cryptocurrency yang kurang populer dengan volume trading rendah cenderung memiliki bid-ask spread yang lebih lebar.
Apa itu Slippage?
Trader mengharapkan order mereka dieksekusi tepat pada harga yang mereka pilih, tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Slippage terjadi ketika harga eksekusi akhir berbeda dari harga yang awalnya dimaksudkan, akibat pergerakan harga antara saat order dipasang dan saat dieksekusi.
Meskipun slippage terjadi di semua pasar finansial, fenomena ini sangat umum dalam trading cryptocurrency, terutama di decentralized exchange (DEX), karena tingginya volatilitas harga dan rendahnya likuiditas.
Penyebab Slippage
- Volatilitas pasar – Harga berfluktuasi dengan cepat, menyebabkan harga eksekusi ikut bergeser.
- Likuiditas rendah – Beberapa cryptocurrency, terutama altcoin, memiliki volume trading rendah, sehingga sulit mencocokkan order besar pada harga tetap.
Salah satu cara mengurangi slippage adalah dengan memecah trade besar menjadi beberapa order yang lebih kecil.
Jenis-Jenis Slippage
Slippage bisa bersifat positif atau negatif, tergantung apakah harga eksekusi lebih baik atau lebih buruk dari yang diharapkan.
- Slippage Positif – Terjadi ketika order beli dieksekusi pada harga yang lebih rendah dari harga ask awal, menguntungkan pembeli. Untuk order jual, ini berarti menerima harga yang lebih tinggi dari yang diharapkan.
- Slippage Negatif – Terjadi ketika order beli dieksekusi pada harga yang lebih tinggi dari yang diharapkan, atau order jual pada harga yang lebih rendah, sehingga menghasilkan hasil yang kurang menguntungkan bagi trader.
Slippage yang berlebihan dapat menyebabkan biaya trading yang lebih tinggi. Untuk meminimalkan dampaknya, trader dapat memasang limit order alih-alih market order, sehingga memastikan trade mereka dieksekusi pada harga yang telah ditentukan sebelumnya. Kita akan membahas limit order lebih lanjut pada pelajaran berikutnya.
Kesimpulan
Bid-ask spread dan slippage adalah konsep penting untuk memahami eksekusi trading dan likuiditas pasar. Spread yang lebih kecil menandakan pasar yang likuid, sementara spread yang lebih besar menunjukkan biaya trading yang lebih tinggi. Slippage, di sisi lain, dapat memengaruhi harga akhir sebuah trade, dan memahami cara meminimalkannya dapat membantu trader mengeksekusi transaksi dengan lebih efisien.
Kembali ke semua panduan